Connect with us

Tentang Kami

MARHAEN adalah nama petani kecil di daerah Bandung Selatan yang berjumpa dengan Sukarno muda saat sedang melakukan pengembaraan intelektualnya di medio 1926-1927.

Dialog Bung Karno dengan Marhaen melahirkan sebuah ilham ; menggunakan nama Marhaen dalam diskusrus klas atau susunan sosial masyarakat Indonesia kala itu. Sebuah klas yang merupakan pemilik produksi kecil, tidak menyewa atau mempekerjakan orang lain, bukan buruh atau tidak memiliki majikan, hasil produksinya sekadar cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bung Karno memberi penekanan pada istilah marhaen ini dengan perkataan “kaum melarat Indonesia”. Dengan demikian, istilah marhaen mencakup petani kecil, pedagang kecil, pemilik usaha kecil, dan lain-lain.

“Semua orang Indonesia yang melarat, asal melarat, baik dianya proletar maupun bukan proletar. Apa buruh, tani, nelayan, pegawai kantor, insinyur, ahli hukum, dokter, asal dia kecil, hanya punya apa yang dia punya sendiri, saya namakan dia sama Marhaen” kata Bung Karno.

“Marhaenisme adalah Sosialisme Indonesia dalam praktik. Perkataan “Marhaenisme” adalah lambang dari penemuan kembali kepribadian nasional kami,”

Marhaen atau Marhaenisme kemudian menjadi teori politik yang terus dikembangkan oleh Bung Karno, dan menjadi dasar segala pijakan teori perjuangan Bung Karno dalam melawan Imperialisme dan kolonialisme menuju Indonesia Merdeka. Dari teori Marhaen lahirlah PANCASILA pada 1 Juni 1945 dan puncaknya adalah Trisakti pada tahun 1964.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang juga anak Bung Karno, menyebut bahwa Marhaenisme adalah satu teori progresif artinya ke depan, revolusioner harus cepat, dan persatuan. Marhaenisme juga merupakan satu kata pemersatu. Persatuan dari semua rakyat. Marhaen, kata Megawati, adalah tempat seluruh irama, dan langkah perjuangan kita bermuara.

Marhaen.org dibuat untuk menjadi laboratorium gagasan tentang Marhaenisme. Dimana semua hal yang berkaitan dengan “Hajat Hidup Rakyat” menjadi titik tekan yang paling utama.

Marhaen.org juga berikhtiar untuk menjadi bagian dari “Penyambung Lidah Rakyat”, dimana suara rakyat kerap tenggelam dan kalah nyaring dengan hinggar-binggar mordenisasi dunia digital saat ini.

Situs ini juga akan menjadi Mesin Arsip yang mendokumentasikan segala hal yang berkaitan dengan Marhaen dan Marhanisme. Agar bisa menjadi referensi yang lebih luas.

Tentu saja, segala hal yang berkaitan dengan situs ini tidak statis, untuk itu dibutuhkan campur tangan para pembaca sekalian untuk menjadikan situs ini dinamis.

Redaksi dengan senang hati menerima segala masukan dan saran, juga tulisan-tulisan yang sekiranya selaras dengan konten situs ini.
Denny Bratha, founder marhaen.org

To Top